Thursday, June 3, 2010

Beginilah Cara Pance Didik Dian Piesesha

Artikel ini menjelaskan beberapa hal tentang berita terbaru, dan jika Anda tertarik, maka ini patut dibaca, karena Anda tidak pernah tahu apa yang Anda tidak tahu.
JAKARTA, KOMPAS.com-Tak sedikit vokalis era 1980 -an berhasil melejit namanya ketika menyanyikan karya yang dicipta oleh penyanyi, pencipta sekaligus penggubah lagu Pance F Sondaag. Menurut vokalis Dian Piesesha, kesuksesan yang diraihnya tak lepas dari cara didikan yang dilakukan Pance.

 

Dian masih ingat betul ciri khas Pance selama memproduksi lagu-lagu yang diciptakannya. "Dia (Pance) kalau ngasih lagu selalu dadakan," kenang Dian saat ditemui di Rumah Duka Atma Jaya, Pluit Jakarta Utara, Kamis ( 3/6/2010 ).

Waktu terbaik untuk belajar tentang berita terbaru adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Bijaksana pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan yang berharga berita terbaru pengalaman selagi masih gratis.

 

Tak sekadar kebiasaan Pance saja yang selalu dadakan, terkadang tingkah polanya pun bisa menjadi bumbu selama di dapur rekaman. "Kalau saya lagi rekaman dia naik ke kursi terus nungging-nungging," cerita Dian. "Terus kalau saya lagi jalan rekaman, sama dia enggak boleh ngulang, padahal masih fals. Tapi justru dia bilang, 'ini jiwa kamu'," sambunya menirukan ucapan Pance saat itu.

 

Meski cara mendidik Pance terbilang cukup unik, Dian tak menampik jika bayak hal yang bisa didapatnya selama bekerjasama dengan Pance. "Banyak hal yang saya dapat dari beliau," pungkasnya.

Artikel ini cakupan informasi selengkap dapat hari ini. Tetapi Anda harus selalu masih terbuka kemungkinan bahwa penelitian masa depan dapat mengungkap fakta-fakta baru.

Oow, Ada Pria Ngaku Ayah Biologis Baim Cilik

Artikel berikut mencakup topik yang baru-baru ini pindah ke tengah panggung - setidaknya itu tampaknya seperti itu. Jika Anda berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada angin, tak ada hujan, seorag pria bernama Royke Herald Sumampouw sekonyong-konyong mendatangi kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) untuk meminta mediasi agar dia bisa diakui sebagai ayah biologis bintang cilik Baim Cilik.

 

Royke mengaku bahwa pemeran Tarzan Cilik itu adalah darah dagingnya. "Baim itu anak gue. Malah anak itu, gue yang kasih nama sendiri Al itu artinya alkitab dan Tiri artinya anak tiri. Kan namanya Ibrahim Alkatiri tuh," kata Royke saat ditemui usai menghadap Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait di tempat yang sama, Rabu ( 2/6/2010).

 

Pria asal Manado itu menekankan Baim adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan perempuan yang dikatakannya sebagai ibu kandung Baim. "Nama ibu aslinya anak itu Siti Fatimah atau Siti Khadijah, gue lupa juga sih. Gue tinggalin itu saat gue tahu dia hamil, dan gue tinggalin begitu saja. Terus gue kasih nama anak itu," jelas Royke.

Sejauh ini, kami telah menemukan beberapa fakta menarik mengenai berita terbaru. Anda mungkin memutuskan bahwa informasi berikut ini bahkan lebih menarik.

Belakangan, Royke berkeinginan untuk ketemu dan mengambil Baim.  "Sebenarnya gue malas urus ini, gue lagi di Manado gue dengar mamanya Baim meninggal, jadi gue harus urus dia (Baim)," ujar Royke. "Soalnya Mama yang sekarang sama Baim itu bukan mama aslinya," tambahnya.

 

Royke mengaku usaha untuk mendapatkan Baim bukan sekali ini saja,  ia juga pernah mencobanya dua tahun silam. "Memang berita ini pernah muncul tahun 2008, gue pernah diminta sample darah tapi dikirim ke Mont Elizabeth di Singapura, tapi gue belum pernah dapat dokumennya," katanya. "Untuk sementara gue belum punya bukti," sambungnya.

 

Tak cukup dengan cara seperti itu, Roy mengaku pula pernah berupaya mendatangi Baim di lokasi shooting. "Gue pernah ngobrol empat mata dan ngobrol sama orangnya dia tapi sepertinya tidak welcome. Gue cari info soal ibu aslinya malah ditutup-tutupi. Gue sih pakai jalur damai aja, kalau enggak ya gue ke pengadilan." imbuh Royke.

Entah apa motif Royke dengan berbagai sensasi pengakuannya yang menghebohkan, akan tetapi pria lusuh itu enggan dicibir tidak waras. "Setidaknya gue ada perhatian buat dapatin dia. Memang rencana gue, dia enggak perlu kerja di entertainment. Gue mau bawa dia ke Manado sekolah di sana," tutupnya.

Sementara itu, Arist Merdeka tak terlalu menangapi pengaduan Royke. "Setelah saya selidiki saya kira informasinya tidak bisa dipercaya, lagi pula dia tidak tahu nama pacarnya atau istrinya (yang diduga ibu kandung Baim)," tegas Arist  (FAN)

Artikel ini cakupan informasi selengkap dapat hari ini. Tetapi Anda harus selalu masih terbuka kemungkinan bahwa penelitian masa depan dapat mengungkap fakta-fakta baru.

Oow, Ada Pria Ngaku Ayah Biologis Baim Cilik

Artikel berikut mencakup topik yang baru-baru ini pindah ke tengah panggung - setidaknya itu tampaknya seperti itu. Jika Anda berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada angin, tak ada hujan, seorag pria bernama Royke Herald Sumampouw sekonyong-konyong mendatangi kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) untuk meminta mediasi agar dia bisa diakui sebagai ayah biologis bintang cilik Baim Cilik.

 

Royke mengaku bahwa pemeran Tarzan Cilik itu adalah darah dagingnya. "Baim itu anak gue. Malah anak itu, gue yang kasih nama sendiri Al itu artinya alkitab dan Tiri artinya anak tiri. Kan namanya Ibrahim Alkatiri tuh," kata Royke saat ditemui usai menghadap Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait di tempat yang sama, Rabu ( 2/6/2010).

 

Pria asal Manado itu menekankan Baim adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan perempuan yang dikatakannya sebagai ibu kandung Baim. "Nama ibu aslinya anak itu Siti Fatimah atau Siti Khadijah, gue lupa juga sih. Gue tinggalin itu saat gue tahu dia hamil, dan gue tinggalin begitu saja. Terus gue kasih nama anak itu," jelas Royke.

Sekarang kita telah membahas aspek-aspek dari berita terbaru, mari kita berpaling pada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Belakangan, Royke berkeinginan untuk ketemu dan mengambil Baim.  "Sebenarnya gue malas urus ini, gue lagi di Manado gue dengar mamanya Baim meninggal, jadi gue harus urus dia (Baim)," ujar Royke. "Soalnya Mama yang sekarang sama Baim itu bukan mama aslinya," tambahnya.

 

Royke mengaku usaha untuk mendapatkan Baim bukan sekali ini saja,  ia juga pernah mencobanya dua tahun silam. "Memang berita ini pernah muncul tahun 2008, gue pernah diminta sample darah tapi dikirim ke Mont Elizabeth di Singapura, tapi gue belum pernah dapat dokumennya," katanya. "Untuk sementara gue belum punya bukti," sambungnya.

 

Tak cukup dengan cara seperti itu, Roy mengaku pula pernah berupaya mendatangi Baim di lokasi shooting. "Gue pernah ngobrol empat mata dan ngobrol sama orangnya dia tapi sepertinya tidak welcome. Gue cari info soal ibu aslinya malah ditutup-tutupi. Gue sih pakai jalur damai aja, kalau enggak ya gue ke pengadilan." imbuh Royke.

Entah apa motif Royke dengan berbagai sensasi pengakuannya yang menghebohkan, akan tetapi pria lusuh itu enggan dicibir tidak waras. "Setidaknya gue ada perhatian buat dapatin dia. Memang rencana gue, dia enggak perlu kerja di entertainment. Gue mau bawa dia ke Manado sekolah di sana," tutupnya.

Sementara itu, Arist Merdeka tak terlalu menangapi pengaduan Royke. "Setelah saya selidiki saya kira informasinya tidak bisa dipercaya, lagi pula dia tidak tahu nama pacarnya atau istrinya (yang diduga ibu kandung Baim)," tegas Arist  (FAN)

Jadi sekarang Anda tahu sedikit tentang berita terbaru. Bahkan jika Anda tidak tahu segalanya, Anda telah melakukan sesuatu yang berharga: Anda telah memperluas pengetahuan Anda.

Oow, Ada Pria Ngaku Ayah Biologis Baim Cilik

Artikel berikut menyajikan informasi paling terakhir pada berita terbaru. Jika Anda memiliki minat khusus dalam berita terbaru, maka artikel informatif ini diperlukan membaca.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada angin, tak ada hujan, seorag pria bernama Royke Herald Sumampouw sekonyong-konyong mendatangi kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) untuk meminta mediasi agar dia bisa diakui sebagai ayah biologis bintang cilik Baim Cilik.

 

Royke mengaku bahwa pemeran Tarzan Cilik itu adalah darah dagingnya. "Baim itu anak gue. Malah anak itu, gue yang kasih nama sendiri Al itu artinya alkitab dan Tiri artinya anak tiri. Kan namanya Ibrahim Alkatiri tuh," kata Royke saat ditemui usai menghadap Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait di tempat yang sama, Rabu ( 2/6/2010).

 

Pria asal Manado itu menekankan Baim adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan perempuan yang dikatakannya sebagai ibu kandung Baim. "Nama ibu aslinya anak itu Siti Fatimah atau Siti Khadijah, gue lupa juga sih. Gue tinggalin itu saat gue tahu dia hamil, dan gue tinggalin begitu saja. Terus gue kasih nama anak itu," jelas Royke.

Anda yang belum terbiasa dengan kata kunci pada% terbaru% kini memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

Belakangan, Royke berkeinginan untuk ketemu dan mengambil Baim.  "Sebenarnya gue malas urus ini, gue lagi di Manado gue dengar mamanya Baim meninggal, jadi gue harus urus dia (Baim)," ujar Royke. "Soalnya Mama yang sekarang sama Baim itu bukan mama aslinya," tambahnya.

 

Royke mengaku usaha untuk mendapatkan Baim bukan sekali ini saja,  ia juga pernah mencobanya dua tahun silam. "Memang berita ini pernah muncul tahun 2008, gue pernah diminta sample darah tapi dikirim ke Mont Elizabeth di Singapura, tapi gue belum pernah dapat dokumennya," katanya. "Untuk sementara gue belum punya bukti," sambungnya.

 

Tak cukup dengan cara seperti itu, Roy mengaku pula pernah berupaya mendatangi Baim di lokasi shooting. "Gue pernah ngobrol empat mata dan ngobrol sama orangnya dia tapi sepertinya tidak welcome. Gue cari info soal ibu aslinya malah ditutup-tutupi. Gue sih pakai jalur damai aja, kalau enggak ya gue ke pengadilan." imbuh Royke.

Entah apa motif Royke dengan berbagai sensasi pengakuannya yang menghebohkan, akan tetapi pria lusuh itu enggan dicibir tidak waras. "Setidaknya gue ada perhatian buat dapatin dia. Memang rencana gue, dia enggak perlu kerja di entertainment. Gue mau bawa dia ke Manado sekolah di sana," tutupnya.

Sementara itu, Arist Merdeka tak terlalu menangapi pengaduan Royke. "Setelah saya selidiki saya kira informasinya tidak bisa dipercaya, lagi pula dia tidak tahu nama pacarnya atau istrinya (yang diduga ibu kandung Baim)," tegas Arist  (FAN)

Sekarang Anda dapat mengerti mengapa ada bunga yang tumbuh dalam berita terbaru. Ketika orang mulai mencari informasi lebih lanjut tentang berita terbaru, Anda akan berada dalam posisi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Wednesday, June 2, 2010

Oow, Ada Pria Ngaku Ayah Biologis Baim Cilik

Artikel berikut mencakup informasi terkait yang mungkin menyebabkan Anda untuk mempertimbangkan kembali apa yang Anda pikir Anda mengerti. Yang paling penting adalah untuk belajar dengan pikiran yang terbuka dan bersedia untuk merevisi pemahaman Anda jika perlu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada angin, tak ada hujan, seorag pria bernama Royke Herald Sumampouw sekonyong-konyong mendatangi kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) untuk meminta mediasi agar dia bisa diakui sebagai ayah biologis bintang cilik Baim Cilik.

 

Royke mengaku bahwa pemeran Tarzan Cilik itu adalah darah dagingnya. "Baim itu anak gue. Malah anak itu, gue yang kasih nama sendiri Al itu artinya alkitab dan Tiri artinya anak tiri. Kan namanya Ibrahim Alkatiri tuh," kata Royke saat ditemui usai menghadap Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait di tempat yang sama, Rabu ( 2/6/2010).

 

Pria asal Manado itu menekankan Baim adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan perempuan yang dikatakannya sebagai ibu kandung Baim. "Nama ibu aslinya anak itu Siti Fatimah atau Siti Khadijah, gue lupa juga sih. Gue tinggalin itu saat gue tahu dia hamil, dan gue tinggalin begitu saja. Terus gue kasih nama anak itu," jelas Royke.

Mudah-mudahan informasi yang disajikan sejauh ini telah berlaku. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan berikut ini:

Belakangan, Royke berkeinginan untuk ketemu dan mengambil Baim.  "Sebenarnya gue malas urus ini, gue lagi di Manado gue dengar mamanya Baim meninggal, jadi gue harus urus dia (Baim)," ujar Royke. "Soalnya Mama yang sekarang sama Baim itu bukan mama aslinya," tambahnya.

 

Royke mengaku usaha untuk mendapatkan Baim bukan sekali ini saja,  ia juga pernah mencobanya dua tahun silam. "Memang berita ini pernah muncul tahun 2008, gue pernah diminta sample darah tapi dikirim ke Mont Elizabeth di Singapura, tapi gue belum pernah dapat dokumennya," katanya. "Untuk sementara gue belum punya bukti," sambungnya.

 

Tak cukup dengan cara seperti itu, Roy mengaku pula pernah berupaya mendatangi Baim di lokasi shooting. "Gue pernah ngobrol empat mata dan ngobrol sama orangnya dia tapi sepertinya tidak welcome. Gue cari info soal ibu aslinya malah ditutup-tutupi. Gue sih pakai jalur damai aja, kalau enggak ya gue ke pengadilan." imbuh Royke.

Entah apa motif Royke dengan berbagai sensasi pengakuannya yang menghebohkan, akan tetapi pria lusuh itu enggan dicibir tidak waras. "Setidaknya gue ada perhatian buat dapatin dia. Memang rencana gue, dia enggak perlu kerja di entertainment. Gue mau bawa dia ke Manado sekolah di sana," tutupnya.

Sementara itu, Arist Merdeka tak terlalu menangapi pengaduan Royke. "Setelah saya selidiki saya kira informasinya tidak bisa dipercaya, lagi pula dia tidak tahu nama pacarnya atau istrinya (yang diduga ibu kandung Baim)," tegas Arist  (FAN)

Itulah keadaan berdiri sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah sepanjang waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.

Tuesday, June 1, 2010

Afgan Cari Kos di Aussie

Ketika Anda memikirkan berita terbaru, apa pendapat Anda tentang pertama? Aspek dari berita terbaru yang penting, yang penting, dan mana yang dapat Anda ambil atau meninggalkan? Anda menjadi hakim.
JAKARTA, KOMPAS.com " Afgan Syah Reza kini sedang melakukan survei dan mencari tempat tinggal dalam rangka melanjutkan kuliahnya di Australia atau Aussie.

"Aku masih nyari tempat kos yang enak. Terus, tanya-tanya juga sama teman kondisi di sana bagaimana, cuacanya juga. Pokoknya, doain saja ya, semoga semuanya berjalan lancar," cerita Afgan ketika ditemui di Studio Penta SCTV, Jakarta Barat, Selasa (1/6/2010).

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Oktober 2010, Afgan yang saat ini telah terdaftar sebagai mahasiswa Monash College Jakarta akan melanjutkan kuliahnya di Monash University Melbourne, Australia, untuk mendalami ilmu bisnis. Kendati nanti berkuliah di luar negeri, ia tidak khawatir karier musiknya akan meredup. Pasalnya, sambil berkuliah di sana, ia tetap akan melakoni karier musiknya di Tanah Air. "Kan aku juga tidak sepenuhnya meninggalkan Indonesia. Nanti aku akan bolak-balik Aussie dan Indonesia," papar Afgan.

Pelantun "Sadis", "Terima Kasih Cinta", dan "Bukan Cinta Biasa" ini menganggap, pendidikan yang akan dienyamnya sangat penting karena bisa mendukung bakatnya dalam berbisnis.

Untuk masuk ke Monash University, ia harus melewati serangkaian ujian. Tak heran bila ia merasa deg-degan. "Hasilnya sih belum keluar. Yang pasti deg-deganlah. Kan ujian itu juga memengaruhiku bisa ke Aussie atau tidak. Yang penting, usahaku sudah maksimal," tandasnya. (ANI)

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang berita terbaru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.

Artis Sinetron Gunakan Narkoba Dibekuk

Anda harus dapat menemukan beberapa fakta yang sangat diperlukan sekitar berita terbaru dalam paragraf berikut. Jika ada sedikitnya satu fakta yang tidak Anda ketahui sebelumnya, bayangkan perbedaan itu bisa membuat.
Jakarta (ANTARA) - Seorang artis sinetron, Fahria Ade alias Fahria Muntaz (22) dibekuk anggota Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya, karena kedapatan menggunakan narkoba.

"Salah satu tersangka diketahui sebagai artis yang membintangi beberapa sinetron," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Anjan P. Putra di Jakarta, Selasa.

Anjan menuturkan penangkapan artis itu berawal saat penyidik menerima informasi dan melakukan penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba, Br di rumah kos No. 2/A-4 Jalan Tanah Kusir 2 No. 18, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 5 Mei 2010.

Penyidik berhasil menyita satu gram shabu, lima butir ekstasi, lima butir pil "happy five" dan dua unit telepon selular milik tersangka, Br.

Polisi mengembangkan kasusnya dan mengintai aktifitas di rumah kontrakan lantai dua No. 218 Jalan Tegal Parang Utara No. 17, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pada 24 Mei 2010 di rumah kontrakan itu, polisi menangkap tersangka BRN dengan barang bukti 2,9 gram shabu, dua unit telepon selular, serta membekuk Fahria Ade beserta barang bukti berupa 0,2 gram shabu dan satu unit telepon selular.

Anjan menuturkan Br termasuk pengedar jaringan narkoba di kalangan artis dengan salah satu penggunanya, yakni Fahria Ade.

Saya percaya bahwa apa yang telah Anda baca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membereskan segala ketidakpastian yang mungkin tetap.

Br juga diketahui pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada tahun 2008 dan mendapatkan narkoba dari seorang terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kantongi nama artis pengguna narkoba

Anjan mengungkapkan penyidik mengantongi sejumlah nama artis atau selebritis yang menggunakan narkoba berdasarkan pengembangan dari penangkapan tersangka Fahria Ade.

"Kita sudah kantongi sejumlah nama yang diduga menggunakan narkoba dan tentunya mereka jadi target operasi kita," ujarnya.

Anjan enggan menyebutkan identitas nama maupun jumlah selebritis yang menggunakan narkoba karena menjunjung praduga tidak bersalah.

"Dari nama itu ada yang berusia muda dan tua," tutur Anjan.

Anjan menjelaskan Fahria Ade pernah membintangi film berjudul "Satu Cincin Dua Cinta" (2008), Jomblo (2008), Hantu Rambut Palsu (2009), Hantu Karet Bivak, Hidayah (2007), Embun (2007), Dongeng (2007) dan Promo Istri Muda.

Direktur Narkoba itu menuturkan ketiga tersangka terjerat Pasal 114 ayat 1 jo. 132 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

Artikel ini cakupan informasi selengkap dapat hari ini. Tetapi Anda harus selalu masih terbuka kemungkinan bahwa penelitian masa depan dapat mengungkap fakta-fakta baru.