Jepara (ANTARA) - Sikap teguh warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di desa setempat, mendapat dukungan dari musisi terkenal, Iwan Fals. "Senior saya yang lebih paham soal nuklir saja menolak PLTN, tentunya saya yang kurang paham tentang nuklir juga harus menolaknya," kata Iwan Fals di sela-sela kunjungannya ke Makam Syekh Siti Jenar (R. Abdul Jalil) di Desa Balong, Jumat. Menurut dia, pemerintah tidak perlu memaksakan diri membangun PLTN yang membutuhkan dana besar dan membahayakan keselamatan manusia. Apalagi masih ada energi alternatif yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Musikus ternama ini lantas menyebutkan sejumlah energi alternatif, sepert energi matahari, panas bumi, angin, dan arus laut. Selain itu, musisi yang memiliki nama asli Virgiawan Listanto itu juga tak yakin dengan kemampuan pemerintah dalam mengelola teknologi nuklir, mengingat penyediaan fasilitas umum saja sulit dipenuhi secara maksimal. Jika Anda berita terbaru fakta adalah out-of-date, bagaimana itu mempengaruhi tindakan dan keputusan Anda? Pastikan Anda tidak membiarkan penting berita terbaru informasi slip oleh Anda.
"Kami tetap akan menyuarakan penolakan terhadap PLTN," ujarnya. Ia berharap teman-temannya yang lebih pandai dan paham tentang teknologi nuklir memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Penolakan Iwan terhadap PLTN tidak hanya dalam bentuk ucapan, tetapi dia juga menciptakan lagu yang berisi tentang penolakan terhadap teknologi nuklir tersebut dengan judul "Lirik 13". Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Balong yang getol menolak PLTN, Setiawan Sumedi, memberikan apresiasi tersendiri kepada Iwan Fals yang turut menyatakan dukungannya kepada warga Balong untuk tetap menolak rencana pembangunan PLTN. "Artinya, penolakan terhadap PLTN tidak hanya dari masyarakat Balong, tetapi secara nasional yang berasal dari akademisi, budayawan,dan musisi seperti Iwan Fals yang secara tegas menolak PLTN," ujarnya. Saat ini, kata dia, masyarakat Balong terlihat diam, tetapi mereka tetap waspada terhadap sejumlah upaya pihak-pihak tertentu yang ingin melanjutkan rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria. "Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat dukungan masyarakat agar tetap teguh menolak PLTN memang berkurang, tetapi kami tetap mengadakan pertemuan pada momen-momen tertentu," ujarnya.
"Kami tetap akan menyuarakan penolakan terhadap PLTN," ujarnya. Ia berharap teman-temannya yang lebih pandai dan paham tentang teknologi nuklir memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Penolakan Iwan terhadap PLTN tidak hanya dalam bentuk ucapan, tetapi dia juga menciptakan lagu yang berisi tentang penolakan terhadap teknologi nuklir tersebut dengan judul "Lirik 13". Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Balong yang getol menolak PLTN, Setiawan Sumedi, memberikan apresiasi tersendiri kepada Iwan Fals yang turut menyatakan dukungannya kepada warga Balong untuk tetap menolak rencana pembangunan PLTN. "Artinya, penolakan terhadap PLTN tidak hanya dari masyarakat Balong, tetapi secara nasional yang berasal dari akademisi, budayawan,dan musisi seperti Iwan Fals yang secara tegas menolak PLTN," ujarnya. Saat ini, kata dia, masyarakat Balong terlihat diam, tetapi mereka tetap waspada terhadap sejumlah upaya pihak-pihak tertentu yang ingin melanjutkan rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria. "Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat dukungan masyarakat agar tetap teguh menolak PLTN memang berkurang, tetapi kami tetap mengadakan pertemuan pada momen-momen tertentu," ujarnya.
No comments:
Post a Comment