Wednesday, May 5, 2010

Lihat Penn Perankan Gay, Madonna Nangis

Bayangkan waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi mengenai berita terbaru. Ketika Anda mulai berbagi menarik berita terbaru fakta di bawah ini, teman-teman Anda akan benar-benar takjub.
LOS ANGELES, KOMPAS.com " Diva pop Madonna tak kuasa membendung air matanya saat ia menyaksikan aktor Sean Penn, mantan suaminya, memerankan karakter politisi homoseksual Harvey Milk dalam film biografinya berjudul Milk.

Menurut Madonna, yang menjadi penyebabnya menangis lantaran Penn tampil begitu luar biasa sehingga mengingatkan pada temannya yang gay, yang meninggal karena AIDS. "Drama itu telah membawa saya pada kesedihan," ujar Madonna.  

Penn pernah dinobatkan sebagai Aktor Terbaik Oscar atas aktingnya memerankan tokoh Milk, lelaki gay pertama yang berhasil lolos sebagai pejabat publik di California. Saking menariknya kisah hidup Milk, sutradara Gus Van Sant kemudian mengangkat kisahnya ke layar lebar pada tahun 2008.

Anda mungkin tidak mempertimbangkan segala sesuatu yang baru saja Anda baca untuk menjadi informasi penting tentang berita terbaru. Tapi jangan kaget jika Anda menemukan diri Anda sendiri mengingat dan menggunakan informasi ini dalam beberapa hari mendatang.

Dalam wawancaranya dengan Gus Van Sant untuk majalah Interview, Madonna memuji kehebatan film tersebut. "Milk adalah film yang brilian. Saya menangis dan menangis (menontonnya).  Saya begitu menyukainya. Dia (Penn) memerankan sangat luar biasa.... Menonton Milk seperti sebuah perjalanan menyusuri kenangan-kenanganku," katanya.

Tingginya angka kematian karena AIDS belakangan ini juga menjadi alasan kenapa ia menangis. "Ketika saya memulai hidup di New York dan menjadi penari, AIDS mulai menyebar dan tak satu pun yang tahu mengenai hal itu. Lalu secara tiba-tiba, semua lelaki cantik di sekitarku, orang-orang yang aku cintai sekarat satu per satu. Itu masa yang benar-benar gila."  

Kala itu, lanjut Madonna, ia menyaksikan dunia menjadi sangat aneh. Komunitas gay diasingkan. "Dan itu semua masih terjadi ketika aku memulai karierku," ujarnya.  

Kepada Van Sant, Madonna mengatakan bahwa filmnya telah benar-benar menyerang perasaannya. "Dan membuat saya mengingatnya kembali semua itu," kata Madonna.

Meski kisah-kisah kematian rekan-rekannya itu amat dekat dengannya, toh hidup harus terus berdenyut. Seperti halnya kota New York yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya di jagat hiburan. "Ya meskipun ada begitu banyak kematian, bagi saya New York begitu hidup." (female/EH)

Tidak ada keraguan bahwa topik dari berita terbaru bisa menarik. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang berita terbaru, Anda mungkin menemukan apa yang Anda cari di artikel berikutnya.

No comments:

Post a Comment